Di saat kemarau panjang ancaman elnino, ada sosok Juriat Kerajaan yang peduli bagi-bagi air bersih secara gratis Kepada masyarakat..

 

        Ancaman utama El Niño di Indonesia meliputi kekeringan ekstrem, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta gangguan pada sektor pertanian. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), fenomena ini berada pada kategori kuat dan diprediksi berdampak hingga awal tahun 2027.
    Dampak utama elnino mengakibatkan kekeringan ekstrem, curah hujan berkurang drastis dengan puncak kekeringan diprediksi terjadi pada Agustus hingga September. Kebakaran hutan dan lahan menyebabkan titik panas yang rawan memicu karhutla, terutama di wilayah seperti Kalimantan Barat. Gagal panen dan berkurangnya pasokan air irigasi yang mengancam produktivitas pertanian serta stok pangan nasional. Kesehatan dan suhu panas berisiko dehidrasi hingga heatstroke akibat cuaca panas ekstrem di luar ruangan.

        Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi tersebut, seorang tokoh juriat Kerajaan ketrurunan kerajaan dari Marau kabupaten Ketapang , H. Uti Hismunanda, SH, menyalurkan bantuan air bersih sebanyak satu tangki berkapasitas 8.000 liter kepada masyarakat Desa Rantau Panjang Luar, 8000 liter kepada masyarakat Desa Pulau Kumbang KKU dan 16.000 liter untuk masyarakat Desa tempurukan Kecamatan Muara pawan Kabupaten Ketapang. Kegiatan pembagian air bersih dimulai sekitar pukul 18.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 20.30 WIB. Warga tampak antusias membawa berbagai wadah penampung air, mulai dari jeriken, ember hingga tandon, untuk mendapatkan pasokan air bersih yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.


        H. Uti Hismunanda, SH mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi dampak musim kemarau. Air bersih merupakan kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda. Ketika masyarakat mengalami kesulitan, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk saling membantu. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga, meskipun belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan. Insya Allah, jika kondisi kemarau masih berlanjut, kami akan berupaya kembali menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang membutuhkan,” ujar H. Uti Hismunanda, SH.


        Masyarakat Desa Pulau Kumbang kabupaten kayong utara merasa sangat terbantu dengan adanya upaya sukarela untuk berbagi air bersih kepada masyarakat dan beberapa masjid untuk dijadikan sarana berwudhu di beberapa masjid dan mushola. seorang paruh baya yang bernama Tarmizi merasa terharu dengan adanya bantuan seperti ini, ternyata dalam keadaan yang susah seperti ini masih ada orang masih ada rasa empati untuk berbagi, ungkapnya.

Posting Komentar

Contact form