Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Melayu Riam Danau Kecamatan Jelai Hulu Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, telah ratusan tahun dilaksanakan okeh masyarakat setempat. Peringatan maulid sendiri merupakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul awal dalam kalender Hijriah. Umat Islam di Indonesia memperingatinya sebagai wujud rasa syukur, sarana meneladani akhlak mulia Rasulullah, serta mempererat persaudaraan melalui pengajian, pembacaan shalawat, dan tradisi lokal yang khas seperti gendang, silat melayu, tepung tawar dan lainnya.
Perayaan maulid Tahun ini yang akan digelar pada hari Selasa, 25 Agustus di Masjid Syuhada Riam Danau Kanan dan Rabu, 26 Agustus di Masjid Mujahidin Desa Kesuma Jaya. panitia Pelaksana Mengundang Seoarang Ustadz Muda dari Kabupaten Ketapang, Alumni Universitas Al Ahzar, kairo Mesir dan hafiz 30 Juz Qur'an dan peraih prestasi manca negara saat menimba ilmu di negeri peradaban ilmu dunia, Mesir.
Masyarakat Melayu Riam Danau merayakakan nya tergolong unik, dimana arakan tumpeng nasi kuning disambut dengan tradisi silat dan gendang melayu. Para pemuka agama, tokoh masyarakat, tokoh adat maupun masyarakat luas antusias mengikuti kegiatan ini.
Berbeda dengan tempat lainnya, tradisi perayaan maulid di Riam Danau yaitu masing-masing RT atau kelompok majelis pengajian membuat tumpeng nasi kuning dengan pahar ( talam besar ) dihias dengan daun malay, pucuk kelapa, telur rebus berwarna warni, panggang ayam, telur dadar, dan beberapa lembar uang kertas untuk disedekahkah. Adapun nasi kuning yang diarak dimakan bersama-sama dan dibagikan kepada masyarakat maupun tamu yang hadir, setelah dibacakan Asrakal dan kitab Maulid Albarzanji dan doa bersama.
Rangkaian kegiatan ini bukanlah perbuatan syirik, melainkan rasa cinta Yang sangat besar masyarakat Melayu Riam Danau kepada baginda Nabi Muhammad SAW, nasi kuning dan tepung tawar hanyalah sebagai simbol persembahan yang dimuliakan oleh masyarakat melayu Riam Danau yang telah diwariskan oleh leuluhur yang sudah turun temurun.
Makna dan Tujuan
- Meneladani Akhlak: Mengingat sifat utama Nabi seperti jujur dan dapat dipercaya.
- Menambah Cinta: Memperkuat rasa hormat dan rindu kepada Rasulullah SAW.
- Syukur: Mengenang kelahiran Nabi sebagai rahmat bagi alam semesta.
Amalan yang Dianjurkan
- Membaca Salawat: Mengumandangkan pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
- Kajian Islam: Mendengarkan ceramah tentang sejarah hidup atau sirah nabawiyah.
- Berbagi Sesama: Memberikan sedekah atau makanan kepada yang membutuhkan.

.jpeg)

