Buah durian menyatukan kekerabatan Suku Melayu Dan Dayak di Jelai Hulu

 

Musim durian hampir semua daerah pada musim buah pada tahun ini. Tak terkecuali di kecamatan Jelai Hulu Kabupaten Ketapang. Setiap musim buah durian, masyarakat suku Dayak Benatu Desa Limpang menikmati hasil panen aneka buah-buahan di kampung mereka. Pada penghujung musim, masyarakat Dayak Benatu mengadakan acara adat Bayar Buah sebagai wujud syukur kepada Tuhan yang Maha Esa karena keberlimpahan yang telah diberikan. 

Acara adat bayar buah kali ini unik dan menarik, dimana masyarakat Dayak Desa Limpang melaksanakan adat di Desa Kesuma Jaya yang mayoritas penduduk nya suku Melayu. Mereka memberikan suguhan aneka buah hutan yang rasa nya enak dan tentu nya disukai masyarakat setempat. 

Rustam Effendi, Kepala Desa Riam Danau Kanan dan Petrus Kua sebagai Sekretaris Desa Kesuma Jaya dan masyarakat Riam Danau menyambut baik dan mengucapkan Terima kepada tokoh adat Dayak dari Benatu Desa Limpang. 

Masyarakat Riam Danau yang hadir saat penyerahan beraneka ragam buah tersebut sangat senang dan gembira. Pak Mundan, sebagai salah satu tokoh masyarakat Desa Kesuma Jaya mengungkapkan rasa suka cita nya dengan adanya momen seperti ini. Inilah salah satu bukti kekerabatan yang baik antara suku Dayak dan Melayu yang hidup berdampingan. Harapannya, kedepan bisa dilaksanakan lagi untuk mempererat tali silaturahmi antar suku, etnis, agama dan golongan masyarakat Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. 

Posting Komentar

Contact form