Kabupaten Kayong Utara menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ XXXIV tingkat Provinsi yang diikuti 14 Kabupaten / Kota Se-Kalimantan Barat, yang akan di gelar bulan agustus tahun 2026 di Pantai Pulau Datok. Pantai Pulau Datok memiliki pesona yang indah dan memiliki latar belakang sejarah pada abad ke-12 peninggalan raja-raja yang memimpin era Sukadana.selain itu pantai Pulau Datok memilki keindahan alam dan menjadi pusat wisata dan kuliner di kalimantan Barat, tidak heran menjadi destinasi wisata baik para pelancong dalam dan luar negeri.
Jumadi, S.Sos, M.Si, yang akrab disapa Jumadi Gading sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara berharap ajang MTQ yang akan digelar menjadi momen penting dan bersejarah bagi Kabupaten Kayong Utara. Jumadi mengajak seluruh elemen masyarakat dapat menyukseskan pelaksanaan MTQ kali ini, banyak nilai positif yang didapat seperti silaturahmi, persahabatan, dan pastinya bisa menambah nilai-nilai islami melalui cabang-cabang lomba yang akan dilaksanakan nantinya.
Bersamaan Kegiatan tersebut, Kabupaten kayong Utara Tepatnya hari rabu Terakhir bulan Safar setiap tahun di Melano yang merupakan agenda resmi peninggalan tradisi adat dan budaya Kerajaan Simpang kabupaten kayong Utara. Pelaksanaan mandi safar tahun lalu dihadiri Wakil Bupati kabupaten kayong Utara, Kapolres, unsur Forkompimda KKU dan semua elemen masyarakat.
Yang Mulia Raja Simpang, Gusti Muhammad Hukma,SE ( Sultan Muhammad Jamaludiin III ), menyampaikan kepada media jelaisekayuknews.com, bahwa mandi Safar adalah tradisi budaya yang dilakukan dengan menceburkan diri atau mandi bersama di laut atau sungai. Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap tahun pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam penanggalan Hijriah, dengan tujuan utama untuk membersihkan diri dan menolak bala atau musibah. Praktik dan nilai budaya ini sangat beragam di berbagai daerah. Di wilayah seperti Melano Kalbar, ritual ini biasanya diiringi doa bersama yang dipimpin tokoh adat dan agama untuk memohon keselamatan.
Tradisi budaya ini merupakan kearifan lokal Nusantara, Tradisi turun-temurun ini dilestarikan oleh berbagai masyarakat, seperti di Melano Kabupaten KKU, di Riam Danau Kecamatan Jelai Hulu dan Jungkal Kecamatan Sandai Disebut Mandi Safar atau Bekelah, dimana menurut penuturan Uti Joko Lelono , toko pemuda adat yang cinta terhadap warisan budaya leluhur, mandi safar di Jungkal dilaksanakan oleh masyarakat untuk mandi di Sungai, namun tidak boleh menghidupkan api selama satu hari tersebut.
Gusti Tedi, juriat kerajaan Simpang Melano menyampaikan kepada kami bahwa, pelaksanaan Mandi Safar tahun ini akan digelar pada tanggal 12 Agustus2026 bertepatan hari Rabu terakhir di bulan safar 1448 Hijriah. tedy menambahkan, asal usul tradisi ini dipercaya sebagai refleksi dari ujian wabah penyakit yang pernah terjadi di zaman dahulu, sehingga mandi diyakini dapat membawa berkah dan membebaskan diri dari keburukan. Pada hakekatnya semua dari Allah SWT yang diwujudkan dalam munajat kepadaNya di alam semesta.



