35 Tahun tenggelam, Budaya Nusantara di Jelai Kalimantan Barat hidup kembali.

 


        Budaya mandi Safar masyarakat melayu Riam Danau di Kecamatan Jelai Hulu Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat yang telah hilang sejak 35 tahun lalu dihidupkan kembali oleh yayasan Lungguh Jelai Sekayuk pada Rabu, 27 safar 1448.H / 12 Agustus 2026 di Riam Temadungan Riam Danau Kecamatan jelai Hulu.

        Kegiatan diselenggarakan oleh Panitia Jelai Sekayu, dengan dukungan Komunitas Riam Danau Jangak, Desa Riam Danau kanan, Desa Kesuma Jaya, serta dihadiri berbagai unsur pemerintahan, keamanan, tokoh adat, tokoh agama, organisasi masyarakat dan masyarakat umum.

Hadir Simon, ME, Kabid Kebudayaan mewakilo Kepala Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Ketapang sekaligus membuka kegiatan mandi safar, Seth Arel, S.Th., MA., M.AP., Camat Jelai Hulu, perwakilan TNI AL Ketapang, Kementerian Perhubungan Laut Kabupaten Ketapang, Polsek dan Danramil Jelai Hulu, pimpina PT. FAPE, Ketua dan pengurus MABM Kecamatan Manis Mata, Tumbang Titi, Kendawangan dan Marau, perwakilan Juriat Kerajaan Kotawaringin, para kepala desa serta tokoh adat Melayu, Dayak dan Jawa se-Kecamatan Jelai Hulu.
        Ketua Panitia sekaligus Ketua Yayasan Jelai Sekayu, Uti Ehsan, menegaskan bahwa adat dan budaya seperti Mandi Safar mesti terus dilestarikan agar tidak hilang ditelan zaman dan tetap dikenal oleh generasi muda. Dukungan penuh disampaikan Pembina Yayasan Jelai Sekayu, H. Uti Hismunanda,SH. Beliau memberikan apresiasi atas kembali dihidupkannya tradisi tersebut dan menegaskan komitmen Yayasan Jelai Sekayu untuk terus berkontribusi dalam menjaga serta melestarikan budaya Melayu yang ada di Jelai Hulu.

Sementara itu, Camat Jelai Hulu, Seth Arel, S.Th., MA., M.AP., turut memberikan apresiasi. Beliau yang berasal dari suku Dayak mengungkapkan bahwa tradisi Mandi Safar juga pernah dikenalnya di daerah kelahirannya, Kemuning, Manis Mata, namun kini sudah semakin jarang dilakukan. Ia berharap tradisi budaya lokal seperti ini mendapat perhatian dan dukungan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Ketapang, sehingga dapat terus diwariskan dan dikenal oleh generasi muda.

Prosesi adat menggunakan daun bertuliskan nama beberapa raja yang kemudian digunakan dalam rangkaian penyiraman kepada masyarakat. Masyarakat juga menerima air untuk diminum sebagai bagian dari prosesi.
        Untuk memeriahkan acara ini, Ketua Koperasi Perintis Jelai Sekayuk, Gunawan H, S.Kom,MH memnerikan baju kaos secara gratis 300 lembar seninai RP.30.000.000 ( Tiga Puluh Juta Rupiah ), puluhan doorprize dan hadiah Utama Kulkas dari H.Uti Hismunanda selaku Penasihat yayasan Lungguh Jelai Sekayuk. Bang Haji Anda sapaan akrabnya, selain memebrikan dukungan doorprize juga menyumbang sejumlah uang pembinaan untuk acara maulid yang akan dilaksanakan 25 Agustus mendatang sebesar 3 Juta Rupiah kepada Syamsir sebagai panitia pelaksana, 2 juta rupiah diberikan kepada Effendi, S.IP sebagai ketua MABM Kecamatan Manis Mata dan 2 juta rupiah kepada Uti Muhammad Iswadi sebagai Ketua Laskar Kedang kecamatan Tumbang Titi. sebagai wujud dukungan, Haji Anda juga memberikan sejumlah uang kepada pesilat tradisisonal melayu, pegendang dan tokoh adat tepung tawar Riam Danau.
Kegiatan ini sangat meriah dan mendapatkan perhatian dan antusias tinggi dari masyarakat Jelai Hulu.
Dukungan juga datang dari Raja Simpang matan kabupaten Kayong Utara, Gustu Muhammad Hukma SE, Pengurus sanggar Ruas Senggayong Kecamatan Tumbang Titi, Dinas Perhubungan Kabupaten ketapang dan Persatuan warga Riam Danau Serantau ( PEWARIS ).


Posting Komentar

Contact form