Dalam rangka memperingati HUT Pramuka ke-65 Pada tanggal 14 Agustus 2026, Anak-anak pramuka siaga mengadakan kegiatan perkemahan se-kecamatan kotawaringin lama dan berziarah ke makam raja-raja kowaringin wisata religi yang di dampingi oleh pangurus ranting gerakan pramuka kak Gusti Hamdan memperkenalkan sejarah kerajaan Kotaringin dari juriat kesultanan didampingi Gusti Selamet dan langsung berziarah ke makam PANGERAN RATU BAGAWAN SULTAN BALADDUDIN dan makam Mangkubumi PANGERAN PAKUNEGARA. Kegiatan ini bertujuan supaya anak-anak generasi penerus bisa tau dan tidak lupa bahwa di Kalimantan Tengah ada sebuah kerajaan besar yang pernah berdiri yaitu kerajaan Kotaringin.
Kak Gusti Hamdan sebagai pembina Pramuka Kecamatan Kotawaringin lama menjelaskan bahwa kegiatan ini berlangsung dari tanggal 12 sampai 14 Agustus 2026 dalam rangka memperingati hari Ulang Tahun Ptramuka yang ke Enam Puluh Lima. Adapun pesertanya yaitu Kompra dan Pesta Siaga tingkat ranting dengan motto Bagora' Saronta Pramuka Suba'. Kompra sendiri singkatan dari Kompetisi Pramuka. Hamdan, menegaskan pentingnya mengajarkan generasi muda khususnya pegiat Pramuka untuk mengingat dan belajar sejarah dari para leluhur, karena generasi sekarang berkmbang karena perjuangan para pemimpin terdahulu khususnya lingkungan Kerajaan. Dimana negara berdiri setelah adanya kerajaan, baik kerajaan besar mapun kecil.
Gusti Selamat yang kesehariannya sebagai Juru Rawat makam para raja Kerajaan Kotawaringin Lama, sangat senang dan ikhlas dalam memberikan pelayanan baik kepada peserta kemah mapun masyarakat luas. Hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah daerah Kotawaringin Barat. Kabupaten Kotawaringin Barat beribukota di Pangkalan Bun berdiri terlahir dari Kerajaan Besar Kotawaringin lama yang dipimpin oleh Pangeran Adipati Antakusuma yang melahirkan raja-raja besar salah satu nya Pangeran Ratu Anom Kusuma Yuda bin Pangeran Ratu Ahmad Hermansyah, raja Kotawaringin di Pangkalan Bun Kabupaten Kotawaringin Barat.
Para peserta kemah merasa senang dengan adanya kegiatan ini, sehingga mereka ingin mengulang lagi tahun berikutnya. Jarang ada kesempatan seperti ini, belajar di alam terbuka apalagi bekas peninggalan kerajaan terdahulu karena memiliki nilai sejarah dan peradaban penting di Kabupaten Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah.



